One Night ★★★½

Jepang memang handal memberikan dilema-dilema kekeluargaan yang jauh dari zona nyaman. Kegelisahan yang mengusik anak-anak seorang pembunuh merayap dan menghantui kehidupan mereka selama 15 tahun.

Topik Abusive parenting dari sosok kepala keluarga, memaksa sang ibu melakukan pembunuhan untuk membebaskan anak-anaknya dari kurungan yang menyakitkan. Namun, apakah hal ini dapat dibenarkan?

Melalui celah tsb, One Night mengeksplore penyesalan, ketidakpuasan dan kebencian yang memihak dengan tembakan yang kalem dan tak mencolok.

Karakter-karakternya bermain cukup aman tanpa mengundang simpati yang begitu berarti. Namun kehadiran Takeru Satoh sendiri sudah cukup untukku menikmati ceritanya sampai akhir tanpa beranjak pergi.