Two Blue Stripes

Two Blue Stripes ★★★★

Apalah arti sebuah pesan moral dan pembelajaran berlabel "penting" jikalau sebuah film malah hanya berakhir menjadi sekedar iklan layanan masyarakat super panjang, super mahal dan super cerewet. Beruntung itu tidak terjadi kepada Dua Garis Biru yang tidak hanya sukses besar menjalankan misinya membawa muatan amanat positif tentang edukasi seks, pernikahan dini dan bahaya kehamilan di usia muda yang jauh lebih efektif dari nasehat guru BP namun ia pun menjadi gelaran yang kuat di sisi sinematik.

Tidak ada yang meragukan kemampuan Gina S. Noer ketika ia meracik sebuah naskah, tetapi siapa yang menyangka debutnya sebagai sutradara pun berakhir dengan manis. Istri dari Salman Aristo tidak melulu bergantung dan mengandalkan tema besar penuh petuah semata namun bagaimana ia memanfaatkan segala konflik 'tabu' yang begitu dekat dengan kehidupan kita itu menjadi sajian penuh drama coming of age yang kuat di segala sisi, termasuk sisi sinematiknya yang harus saya akui pun luar biasa. Lihat saja bagaimana kombinasi scoring Andhika Triyadi, soundtrack "Biru" dan "Growing Up" dari Banda Neira dan Daramuda serta pergerakan kamera Padri Nadeak bersatu mulus, membuat momen-momen di dalamnya terasa begitu bermakna, begitu cantik, begitu lembut, termasuk adegan UKS dengan long take rumit yang tidak pernah terbesit bakal digunakan oleh sutradara "bau kencur", atau momen stroberi dan ondel-odel yang penuh metafora itu.

Gina S. Noer pun handal mengarahkan para pemainnya yang juga beruntung diisi oleh talenta jempolan. Nyaris semua cast bermain gemilang, termasuk Cut Mini yang tampil paling superior. Yang menarik adalah bagaimana naskah kuat Gina berhasil membentuk karakternya, mengisinya dengan dialog-dialog yang sama kuatnya namun tetap terkesan membumi dan dekat dengan penontonnya.

Dua Garis Biru bukan hanya sebuah sajian penting dengan segala wejangan-wejangannya semata, ia lebih dari itu. Sebuah drama pendewasaan diri pahit-manis yang sarat akan emosi dan kedekatan luar biasa. Ia tahu persis kapan membuatmu tersentak, kapan membuatmu tertawa kapan membuatmu menangis dan kapan membuatmu merenung. Salah satu film Indonesia terbaik tahun ini.