• We're the Millers

    We're the Millers

    ★★★

    Rewatch ini tadi siang sembari nunggu final Thailand Open. Awalnya pengen rewatch ini film udah dari kamis kemarin, perkara ada yang nyeletuk di kolom tweet BWF bilang kalau Rasmus Gemke mirip dengan Will Poulter.

    KAGET LAH KOK IYA MIRIP SIH ASTAGA. Pantesan pas di AE tahun lalu berasa ga asing sama wajahnya, kayak kenal tapi siapa gitu. Tahunya setahun kemudian terpecahkan dengan sosok Will Poulter wkwk

    Beneran dah sepanjang nonton film ini berasa liat si Gemke lagi akting. Mana cengonya mereka tuh sama persis lagi, apalagi yang scene memeable-nya Will itu mirip banget dengan cengonya Gemke pas dibantai Ginting 21-5 di QF kemarin 😭👍

  • Shaun of the Dead

    Shaun of the Dead

    ★★★½

    Mengingatkanku akan film Korea yang The Odd Family: Zombi on Sale. Tbh kalau dibandingin komedinya, aku masih suka yang The Odd— karena komedinya yang lebih receh dan berhubung aku orangnya doyan recehan jadi lebih puas ketawa yang di film itu. Disana juga zombienya udah kayak ga punya harga diri saking bobroknya tiap karakter.

    Film ini sama juga sih sebenarnya, komedinya juga segar. Tapi jokes-nya paling pecah dan paling terasa itu hanya diawal hingga pertengahan film, pas menuju ending agak sedikit…

  • Roh

    Roh

    ★★★

    Terlalu banyak referensi dalam satu film sepertinya. Bahkan hampir seperti ingin menyamai The Wailing dari sisi ceritanya, sehingga apa yang akan terjadi selanjutnya sudah sedikit ketebak. Selesai menonton tidak ada kesan mendalam untukku pribadi, entah eksekusi ceritanya yang terlalu dangkal atau memang ada hal penting yang aku lewatkan.

    Terus itu penjelasan si Tok yang di akhir film entah kenapa rada "aneh" gitu. Terlalu memaksa untuk menyampaikan kalimat-kalimat yang kesannya bertele-tele. Seharusnya pas scene wajah si Tok muncul di air itu…

  • The Witch

    The Witch

    ★★★★

    Empat puluh menit film berjalan, aku pun memilih untuk melepas earphone karena tidak kuat dengan scoringnya. Ditambah suasananya yang kelam dan layar hitam disetiap transisi adegan yang buset lama banget bikin penasaran sekaligus ga nyaman.

    Diawal, aku rada tidak tertarik dan berekspetasi besar sama film ini karena melihat judul yang ada kata "penyihir". Tapi pas film memulai ceritanya dengan kalimat-kalimat sarkas akan keimanan, lah kok jadi menarik. Sepanjang menonton jadi berasa lagi ikut menguji iman juga. Apa yang dilakukan tiap…

  • The Boy and the Beast

    The Boy and the Beast

    ★★★★

    HEH KOK ADA BAWANGNYA??!!!

    Serius deh, di awal hubungan Kumatetsu - Kyuta tuh beneran ga kerasa feelnya. Layaknya sedang melihat dua karakter asing yang saling memaksakan diri untuk menerima kekurangan masing-masing. Eh pas mendekati akhir LAH KOK NETES shjshjs kayaknya moodku saat ini memang sedang sangat mendukung menonton hal-hal yang ada unsur melow begini wkwk

    Btw dari semua karya Mamoru Hosoda yang telah aku tonton, aku paling suka film ini. Fantasi yang disajikan juga masih yang masuk akal alias ga serumit filmnya yang lain. Gatau deh ntar nonton The Girl Who Leapt Through Time bakalan suka juga apa engga soalnya masih belum nonton yang itu.

  • The Tree of Life

    The Tree of Life

    ★★★½

    Hampir menyerah menonton ini di 35 menit pertama film. Bukan apa-apa tapi entah kenapa ketika film memasuki penggambaran akan alam semesta beserta isinya sedikit membuatku tidak nyaman. Ditambah dengan musik latar yang kebanyakan adalah musik gerejawi dan narasi berbisik yang hadir sepanjang film. Apalagi nonton ini memakai earphone dengan suara full, sedikit menyiksa batin.

    Aku suka bagaimana film ini membawakan tokoh Ayub ke dalam ceritanya diawal film. Tokoh yang hampir menjadi panutan bagi semua Umat Kristiani, tokoh yang selalu menjadi…

  • mid90s

    mid90s

    ★★★★

    Filmnya mengingatkanku akan seseorang yang jalan hidupnya persis sama seperti Stevie. Campur aduk banget nontonnya.

    Adegan yang sangat membekas untukku ketika Stevie diceramahin sama Ray setelah ngamuk-ngamuk ke ibunya. Kata-kata Ray itu menyihir banget bahkan untukku pribadi, like dont judge people cause you never know what kind of battle they're fighting. Tiap orang di geng ini punya problem masing-masing dan ya pelarian mereka ke skateboard. Ya diluar ke"nakal"an mereka yang berlebihan ((maklum sih beda kultur)), cuman hal seperti ini sering…

  • Paprika

    Paprika

    Ide filmnya unik, ketika dunia mimpi dan nyata menjadi campur aduk. Tapi jujur aku sedikit kesulitan untuk merangkai tiap plotnya. Baca review orang lain baru mengerti secara keseluruhan dari inti ceritanya. Mungkin efek karena lagi banyak pikiran, ya nonton ini dibawa enjoy aja alias w lagi males mikir wkwk

    Tapi endingnya gokil sih dan pastinya sedikit absurd juga.

    Btw tadi selama nonton keingat mulu sama Summer Wars. Filmnya sama-sama bercerita tentang dua dunia dan teknologi. Yaudah deh sepanjang film ngebatin mulu karena lagi-lagi nonton anime sci-fi yang tidak bisa aku pahamin jalan ceritanya:"))

  • Tokyo Godfathers

    Tokyo Godfathers

    ★★★★

    Ih salah milih waktu, seharusnya malam natal kemarin nyempetin nonton ini bukannya malah sibuk skripsweetan:"))

    Sumpil ya mood langsung naik selesai nonton ini. Pas banget pilihan nonton setelah sekian lama jatuh ke film ini, apalagi saat ini bener-bener lagi butuh penyegaran otak.

    Filmnya sedikit mengingatkanku akan kekocakkan waikiki squad yang sama-sama nemu bayi juga. Tapi ini versi lebih absurdnya lagi.

    man with the gun: "shjsjsksjshs sjsksbdka fjdksqh?"
    miyuki: "YEAH THANK YOU VERY MUCH"

    BUAHAHAHA NGAKAK POL 😂😂😂 15 MENIT TERAKHIR SUNGGUH SUGUHAN ACTION COMEDY YANG LUAR BIASA 👍👍

  • Bridesmaids

    Bridesmaids

    ★★★½

    Ini film pemainnya sama sekali ga ada yang waras dah, pemikiran mereka masing-masing tuh terlalu out of the box. Apalagi karakter si Megan anjir bisa-bisanya kepikiran buat maling anak anjing 9 ekor. Dia kerjanya beneran di pemerintahan ga sih? Anggota BIN apa gimana sampai tahu tata letak nuklir dimana 😂

  • Bring Me Home

    Bring Me Home

    ★★★½

    Film yang cukup menguras emosiku pagi ini. Bukan isak tangis, melainkan caci makian yang sangat asdfghjkl benar-benar geram aku melihat tokoh antagonis difilm ini.

    Bring Me Home terbilang cukup baik dalam menampilkan sisi thriller-nya disela-sela film, cukup untuk membuat mata sedikit tertutup akan adegan gore-nya. Padahal aku diawal sedikit pesimis melihat filmnya yang mengangkat cerita tentang pencarian anak yang hilang, dimana cerita ini sudah sangat umum atau bisa terbilang "basi" saking sudah banyaknya yang mengangkat tema serupa. Tetapi ketika film…

  • Mary and the Witch's Flower

    Mary and the Witch's Flower

    ★★★½

    Pantesan visual filmnya ghibli vibes banget, ternyata jajaran produsernya para mantan kru Studio Ghibli.

    Animasi Hiromasa Yonebayashi sekali lagi tidak mengecewakan 😍

    Btw walau penuh dengan visual yang memanjakan mata, sayang sekali Mary and the Witch's Flower sedikit kesusahan dalam membangun ceritanya. Hubungan antar tiap karakter juga terbilang tidak cukup kuat sehingga film tidak meninggalkan kesan mendalam sesaat setelah menonton. Klimaks filmnya juga berlangsung terlalu cepat. Aku sampai kaget sendiri ketika film telah usai. Kirain bakal ada sesuatu yang wah dengan karakter Mary taunya ya tidak, datar hingga akhir.