Stree ★★★

This review may contain spoilers. I can handle the truth.

This review may contain spoilers.

Menonton Stree di Hari Kartini. Ahaha. Nggak nyambung, ya. Malah nontonnya film horor, tentang urban legend (yang konyol, kalau kata filmnya sendiri haha) dari negara lain yaitu India pula. Ya, ini film horor... komedi. Baru kali ini aku nonton film India yang horor komedi sih. Rada ngingatin sama Pee Mak-nya Thailand yang horor komedi juga.

Hmmm tapi kalau mau disambung-sambungin sama Hari Kartini sih bisa. Film horor ini punya tokoh hantu perempuan bernama Stree. Berkeliaran setiap setahun sekali, tepatnya di empat malam festival agama, menculik laki-laki. Cuma laki-laki. Jobdesc-nya kurang lebih sama kayak Wewe Gombel kali ya, bedanya wewe gombel nyulik anak-anak kecil. Latar belakang Stree pun nggak kalah tragis dari Wewe Gombel. Cuman Wewe Gombel ini kan dadanya gondal gandul, ya. Sedangkan Stree ini bentuk tubuhnya proporsional gitu. Body goals lah bisa dibilang.

ANJIR LAH ICHA MALAH BODY SHAMING-IN HANTU...

Oke, lanjut. Bisa disambung-sambungin sama Hari Kartini karena... Stree ini bikin banyak laki-laki takut keluar rumah dan ‘mempercayakan’ istri atau pihak perempuan di rumah mereka buat ngelakuin itu. Pihak perempuan dengan senang hati melindungi lelakinya. Kesetaraan gender! Feminisme!

Sebagai film horor, jujur film ini nggak ada seram-seramnya buatku. Bentukannya Stree pun (dari muka) mirip-mirip sama The Nun yang... ya kita tau lah kalau dia nggak seram sama sekali. Pas denger dialog,

"Dia mengambil suamiku!"

"Suamiku juga!"

Itu aku malah kayak denger dua perempuan yang suaminya direbut pelakor bukan diculik hantu huhuhu.

Cuman film ini punya twist yang agak ngehe sih. Bangke lah. Nah, kalau sebagai film komedi, film ini lumayan bangke sih. Aku ngakak ngeliat kelakuan para pemain di sini menghadapi teror Stree. Terutama kelakuan Vijay (Rajkummar Rao), yang bukannya ketakutan tapi malah skeptis dan ‘mengolok-ngolok’ Stree. Aktingnya Rajkummar Rao bikin ngakak sih. Semakin mantap aja gitu keyakinanku soal kalau dia adalah aktor yang bisa peran apa aja.

Vijay sendiri adalah anak piatu yang kerjaannya ngebantu-bantu usaha jahit baju punya ayahnya. Dia memancarkan aura Daniel Day-Lewis waktu main di Phantom Thread (salah satu film favoritku!) pas di beberapa adegan haha alias dia jadi penjahit berbakat di sini. Ada satu adegan di mana dia ngukur baju cukup dengan penglihatannya aja. Sama pas dia ngukur baju pake jengkalan jari.

Adegan itu >>>>>> adegan ngukur baju di Phantom Thread.

Vijay juga memancarkan aura bucin. Ya, di sini sih konfliknya. Vijay bucinnya sama cewek misterius yang terduga sebagai Stree. Ngingatin sama Mario Maurer yang di Pee Mak nggak nyadar kalau istrinya udah mati dan jadi hantu. Hahaha itu yang bikin lucu. Sama jati diri Vijay sebenarnya, kalau ternyata dia adalah superhero dan villain-nya adalah Stree.

Selayaknya superhero, Vijay juga punya latar belakang dan masa lalu yang tragis, nggak kalah tragis para Batman, Superman, The Flash, atau Spider-Man. Hampir semua superhero terlahir sebagai anak dari keluarga yang nggak lengkap dan punya kisah yang tragis. Vijay pun salah satunya.