The Witch

The Witch ★★★★½

Ngebaca judulnya, aku langsung keingatan film The Little Hours dan langsung ngakak karena kebayang Aubrey Plaza jadi penyihir. Ternyata pas nonton film ini pun aku nemuin adegan yang bikin aku keingatan The Little Hours dan Aubrey Plaza. Bedanya aku nggak ngakak lagi, tapi CENGA-CENGO MERINDING KAMPRET.

Ini film horor yang minim penampakan, tapi sekali muncul aku reflek teriak mengundang perhatian mama terus ditanya "Kamu kenapaaa heh?" Judul film ini simple. The Witch. Beda sama film K. K. Dheeraj yang sarat akan kreatifitas, contohnya Hantu Binal Jembatan Semanggi, Kung Fu Pocong Perawan, Mr Bean Kesurupan Depe. Dari judulnya seolah udah menegaskan kalau penyihir itu memang ada. Iblis itu ada. Tapi para karakter di film ini 'menyangkal' keberadaan penyihir dengan 'berlindung' di balik keagamisan mereka dan dialog-dialog keseharian yang kental akan unsur Alkitab.

Rasanya aku pengen menyangkal dari kenyataan kalau film ini serem, tapi aku nggak bisa. Film ini memang serem, seenggaknya buat orang penakut kayak aku, yang teriak "KURBANIN AJA KAMBINGNYA PAK KAYAK AJARAN AGAMA ISLAM," depan layar berharap si Pak William sang kepala keluarga bisa denger aku.

Kekuatan film ini sebagai film horor bukan dari seberapa banyak penampakan yang muncul atau seberisik apa suara-suara seremnya. Tapi dari dramanya. Keimanan William sekeluarga dikasih ujian lewat krisis pangan dan krisis panen. Sampai akhirnya mereka jadi krisis kepercayaan. Jadi susah buat percaya sama anggota keluarga sendiri.

Kasihan banget Thomasin, karakter yang diperanin sama Anya Geraldine, eh Anya Taylor-Joy. Susahnya jadi anak sulung huhuhuhu. Ah tapi dia cantik sih, diriku yang berlumur iri dengki ini jadinya nggak kasihan-kasihan banget sama dia. Emang cantik banget. Lebih cantik rambutnya blonde gitu ketimbang hitam sih menurutku. Wajahnya juga putih mulus. Mungkin itu wajah bisa dikasih gelar sebagai wajah tanpa pori-pori kayak gelar yang dikasih netizen ke Syahrini.

Icha Hairunnisa liked these reviews