Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings β˜…β˜…β˜…β˜…

"If you aim at nothing,
you hit nothing."

Posternya jelek, tapi filmnya πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Jujur-jujuran aja, gw awalnya rada skeptis sama nih film dan terlalu meremehkan hasil akhirnya nanti bahkan mengira bakal flop ketika dirilis, bahkan gw setuju sama semua pernyataan nyinyir dari beberapa sutradara seperti Denis Villeneuve misalnya, but...

I was so fcking wrong!

Ini mungkin film solo superhero MCU paling keren di luar Avengers.

Shang-Chi punya semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi tontonan aksi superhero dengan racikan ala film-film martial arts dari Asia. Semua pukulan, tendangan, tangkisan, gerakan menghindar, dan detail kecil lainnya dalam sebuah pertarungan terasa sangat memuaskan, salut sama tim yang merancang koreografi baku hantamnya. Bahkan ini serius gw, battle di dalam bus yang ditonton 2 juta viewer itu jauh lebih dahsyat dari pada final act Avengers Endgame yang rada meh (itu lah alasan belum bisa ngasih 5/5). Didukung oleh pengambilan gambar dan pergerakan kamera ala-ala Oldboy (Korea) membuat pertarungannya jadi makin memuaskan. Belum lagi kombinasi gerakan baku hantam dengan musik yang sukses tampil senada membuat penonton makin bergairah ketika menyaksikan tiap pertarungan di film ini.

Karena itu Shang-Chi ini seperti memberikan pesan ke Black Widow sebagai film MCU sebelumnya yang juga punya nilai jual di action-nya kalau 'bikin action yang keren tuh begini'!

Masuk ke bagian penceritaan, satu yang bikin gw kaget justru pendalaman karakter yang punya hubungan dengan Shang-Chi diulik banget, satu per satu keluarganya dikasih tau latar belakang dan juga motif yang berpengaruh dalam tiap keputusan yang ada di cerita. Cara penuturannya yang seringkali menampilkan adegan flashback untuk menekankan rasa emosional yang simpatik terhadap seluruh anggota keluarganya Shang-Chi. Mulai dari ibunya, adiknya, dan terutama ayahnya diulik lengkap apa yang menyebabkan mereka menjadi seperti sekarang.

Beda jauhhhhhhh bangettttt sama Black Widow di mana gw gak peduli sedikit pun sama nasib villainnya yang super kentang. Sementara itu di Shang-Chi gw punya rasa simpati buat antagonisnya dalam diri Mandarin 'asli' lewat peran yang dimainkan dengan luar biasa dahsyat oleh TONY LEUNG. Aura bagai Tuhan yang menempel di karakternya sangat terasa di mana ia dihormati dan ditakuti oleh pengikutnya, bahkan anaknya sendiri.

Gw juga punya pemahaman sendiri kenapa Marvel berani mengambil Simu Liu sebagai Shang-Chi. Kalau dilihat dari latar belakang karakternya yang hanyalah pria pada umumnya yang cuman kerja jadi valet driver di sebuah hotel. Jadi menurut gw tidak masalah ini orang aktingnya gak se'wah' aktor pendukung lainnya. Karena di film ini hampir semua aktor Asia yang hadir sukses memberikan penampilan yang brilian tanpa celah. Bagian serius yang kebanyakan berkaitan dengan keluarga terasa maksimal, bagian lawaknya juga ada dan tepat sasaran pada waktu dan tempat yang pas.

Karena banyaknya aktor asal Asia ya karena namanya juga film Superhero yang punya latar belakang dari Asia, gw takut banget film ini bakal minim dalam penggunaan bahasa China dan sebagainya (maaf kalau salah). Tapi gw mulai yakin kalo ketakutan gw tadi bakal terpatahkan khususnya pada saat adegan pembuka muncul.

Perpaduan budaya barat dan timur di Shang-Chi tuh gw suka sih, kesannya gak menggurui dan juga gak ada anggapan yang satu lebih baik dari yang lain. Dari hal-hal sederhana yang dilakukan sehari-hari bahkan saat menanggapi kematian orang tercinta, film ini tetap maksimal dalam memasukan nilai-nilai budaya Asia.

Oiya hampir lupa, menurut gw visual CGI di Shang-Chi ini gila banget sih mulai dari world building, estetika warna, hingga desain makhluk-makhluk mitologi yang keren mampus. Bahkan efek visual ketika pertarungan antara dua 'monster' di atas perairan itu benar-benar menghasilkan kepuasan tersendiri. Hampir gak ada yang mentah sih CGInya, karena gw bakal gak nyaman kalo nonton film macem gini tapi CGInya belom rapi dan terkesan setengah-setengah. Desain desa 'Ta Lo' yang mungkin jadi favorit fans yang baru setelah Asgard dan Wakanda juga duh betapa cantik dan indahnya tempat itu. Salut untuk tim VFX-nya.


Akhir kata, gw puas banget bisa nonton Shang-Chi di bioskop lagi setelah sekian lama ditutup. Menyenangkan dan memuaskan banget sih liat pertarungannya. Apalagi gw gak terlalu nontonin trailer atau clip-clip yang dikasih Marvel sebagai bentuk promo, karena biar semuanya jadi kejutan pas nonton. Shang-Chi jadi sebuah gebrakan baru dalam perfilman Marvel, karena kapan lagi bisa liat martial arts battle + titan battle ala monsterverse dalam satu film.

Dan juga pastinya salah satu bagian paling menarik dari tiap film MCU adalah post-credit scenenya.... πŸ‘€πŸ‘€

IMDB : 7.9/10
Rotten Tomatoes [Critics] : 92%
Rotten Tomatoes [Audience] : 98%
Metacritic : 71%
Google Users : 93%

Iqbal Rizkyansa liked these reviews

All