Sudar Manto

Everything I learned I learned from the movies. — Audrey Hepburn

Favorite films

Don’t forget to select your favorite films!

Recent activity

All

Recent reviews

More
  • 22 Minutes

    22 Minutes

    ★★

    Berdasarkan kisah nyata tentang insiden bom di Sarinah, 22 Menit punya plot bak Vantage Point—maju mundur menyusun puzzle tentang bangunan sebab dan akibat kejadian dan sudut pandang karakter yang terlibat.

    Dengan durasi minim 70 menit film ini kering fiksinisasi, bahkan cenderung ala dokumenter narsis kepolisian. Untunglah production value-nya niat meski cuma pamer visual kayak helikopter dan barakuda. Ada tokoh polisi brimob Ardi dan polantas Firman sebagai dua tokoh utama dengan background cerita yang biasa saja.

    Terus ada office boy Anas…

  • Minari

    Minari

    ★★★★

    David, bocah Amerika Korea, musti pindah rumah ke dusun bersama Appa, Omma, dan Noona-nya. Tinggal di dusun Arkansas demi buka lahan pertanian, jadi pemasok bahan-bahan korea untuk diaspora korea di Amerika. Karena konon tiap tahun ada 30.000 WNK migrasi ke Amerika. Jacob, sang ayah, melihat peluang itu.

    Spoiler maybe!

    Sembari suami istri korea itu bekerja sebagai penyortir anakan ayam jantan dan betina, Jacob minjam uang bank untuk buka lahan sekalian mempekerjakan petani Paul yang religius dan nyentrik. Dia percaya kalau…

Popular reviews

More
  • Parasite

    Parasite

    ★★★★★

    Mendengar label film pemenang Palem Emas mungkin penonton umum menduga filmnya lambat, artsy, dan ceritanya berat. Lain soal kalau digarap sutradara asal Korea Selatan kelahiran 14 September 1969, yang sekaligus jadi orang Korea pertama peraih trofi Palm d’or (Palem Emas) Festival de Cannes 2019.

    [mengandung bocoran]

    Bong Joon-ho (BJH), si tangan dingin itu, berhasil menceritakan realita jurang sosial di negaranya dengan gerak drama yang tidak terduga. Mudah diikuti. Komedik. Satire. Dan tragis. Dibumbui merah darah.

    Awalnya Ki-woo mengajar les bahasa…

  • Us

    Us

    ★★★★½

    Tiap cerita acap punya pesan turunan yang kongruen dari narasi gamblangnya. Seperti Get Out karya Jordan Pelee, film rasisme-paradoksikal dengan pendekatan fiksi ilmiah tegang. Film keduanya tahun ini mencomot konsep cerita mitos doppelganger, sebuah refleksi dua diri dalam suasana supranatural, yang secara lisan hidup pada peradaban Mesir Kuno, Nordik, dan Finlandia. Tentu memakai gaya fiksi ilmiah yang lebih subtil dibanding Get Out.

    Spoiler, maybe!

    Konsep twin-evil itu diterjemahkan lewat drama traumatik Adeilade, gadis kecil, yang tersasar dalam labirin kaca di…