Favorite films

  • The Cabinet of Dr. Caligari
  • Your Vice Is a Locked Room and Only I Have the Key
  • Inside Llewyn Davis
  • Redemption of a Rogue

Recent activity

All
  • House of Secrets: The Burari Deaths

    ★★★★

  • Satan's Slave

    ★★★

  • Ghost with Hole

    ★★★

  • Dune

    ★★★★★

Recent reviews

More
  • Ghost with Hole

    Ghost with Hole

    ★★★

    Dulu nonton ini reaksinya sebatas takut aja sama penampakan hantunya. Sekarang nonton ulang takut juga sama cerita "korban perkosaan yang hidup menderita sementara pelakunya lolos-lolos aja" yang ternyata kok masih relevan banget 😢

  • Dune

    Dune

    ★★★★★

    One of the most luxurious films I've ever seen.

    Seriously, if I had to make a shortlist of the most luxurious films of all time, then Denis Villeneuve's Dune is undoubtedly on it. Its visual, scoring, and actors' performances are all VERY luxurious I'm not exaggerating. Villeneuve succeeded in creating a believable, detailed, and pretentious Dune's universe, including its dreadful yet breathtaking sandworm — the infamous Shai-Hulud. Hans Zimmer's superb music scores then makes the world Villeneuve built on to the screen looks way more pretentious. It's a magnificent visual experience everyone should try! See it on IMAX if you can, please!

Popular reviews

More
  • Yuni

    Yuni

    ★★★★★

    Kalau kemarin Seperti Dendam mengolok-olok maskulinitas palsu, kini giliran Yuni yg dengan lantang menyuarakan rintihan orang-orang yg telah lama tertindas oleh patriarki. Bagaimana perempuan hampir selalu dinilai harganya hanya dari keperawanan. Bagaimana para perempuan dituntut untuk menikah dan bikin anak, padahal kedua hal tersebut bukanlah satu-satunya tujuan atau mimpi perempuan. Kita punya mimpi lebih dari itu. Kita punya ambisi, harga diri, kehormatan, independensi — seperti makna warna ungu yg menjadi warna karakter Yuni. Kamila Andini pun memperlihatkan bagaimana laki-laki jg…

  • Selesai

    Selesai

    Marah banget sama segala isi naskahnya, terutama karakterisasi dan penyelesaian konfliknya yg malas banget sehingga hanya bisa comot stereotip sana sini. Dimulai dari stereotip lelaki tukang selingkuh yg berakhir "menang", wanita yg diselingkuhi tapi malah dipojokkan dan dicari-cari kesalahannya, wanita seksi yg jadi bacol sembarang orang, dan yg paling parah, orang dengan mental illness yg berakhir "disalahkan dan dibuang". Terkesan ingin bicara banyak isu sensitif tapi kok gini? Alih-alih membicarakan mental illness dengan baik, ia malah dijadikan bahan plot twist…