Favorite films

  • Drive My Car
  • There Will Be Blood
  • Burning
  • Cure

Recent activity

All
  • Certified Copy

    ★★★★★

  • Perfect Blue

    ★★★★★

  • Like Someone in Love

    ★★★★½

  • Belladonna of Sadness

    ★★★★

Recent reviews

More
  • Drive My Car

    Drive My Car

    ★★★★★

    Tiga jam yang pendek. Alurnya begitu dinamis, sehingga penonton tidak kelelahan dalam menyerap ide-ide dalam film.

    Kehidupan setiap orang adalah seperti mozaik. Dibentuk oleh bagian-bagian dari masa lalu, termasuk pengalaman masa kecil hingga masa dewasa yang telah melewati luka-luka masa lalu, dan penyesalan yang bertahan sampai waktu yang lama.

    Tetapi, tidak ada yang mampu melihat secara utuh atas diri orang lain. Karena kehidupan seperti sebuah puisi yang tak terucap oleh bibir. Puisi yang hanya bersuara di dalam hati nurani setiap orang.

  • Persona

    Persona

    ★★★★★

    Neraka adalah orang lain (Huis Clos), tapi versi monolog.

    Ibarat dua sisi koin, manusia pun memiliki dua diri (Persona): yang pertama adalah diri yang harus dinilai dari sudut pandang orang lain dan masyarakat, harus mengikuti kemauan orang lain, agar mendapat pengakuan. Dan diri yang lainnya adalah diri yang tetap eksis di luar realitas sosial, di mana cita-cita, kemauan, kejujuran, dan kebebasan berkumpul di sana menjadi satu.

    Sayangnya, demi mengikuti kemauan orang lain, kita kerap kali mengubur diri kita yang asli. Suatu pengorbanan yang menyakitkan, hingga akhirnya terjadi konflik internal yang tak jarang rasanya seperti neraka. Dan film ini sempurna dalam menggambarkan hal itu.

Popular reviews

More
  • Dear to Me

    Dear to Me

    ★★★★

    Folktale. Beach. Love. Forbidden

  • Burning

    Burning

    ★★★★★

    Sulit untuk dijabarkan apa yang sebenernya terjadi dalam film ini. Karena terlalu ambigu dan absurb. Apalagi bagi saya yang belum pernah baca satu pun karya Haruki Murakami.

    Apa yang paling nampak bagi saya adalah tentang green house yang merupakan metafora dari orang yang dianggap tidak berguna dan tersingkir, sehingga layak untuk dibakar (dihabisi).

    Tapi, seseorang yang kita anggap rendahan, bisa jadi justru sosok yang berharga bagi orang lain. Alam tidak punya arah moral, hanya kita manusia yang menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi, tak jarang timbul berbagai masalah karena benturan perspektif tersebut.